Deddy Y. Sitorus Salurkan PIP 2025 untuk 63 Pelajar Madrasah di Sebatik

0

SEBATIK — Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025 kembali disalurkan kepada para pelajar di Pulau Sebatik. Penyerahan bantuan pendidikan tersebut berlangsung di salah satu ruang kelas Madrasah Haji Beddu Rahim, Sungai Pancang, Senin (8/25), dan disambut antusias oleh para siswa, orang tua, serta para guru.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, antara lain perwakilan Bank BRI Sebatik, Kepala Desa Sungai Pancang, perwakilan Kemenag Sebatik Utara, Kepala MI Haji Beddu Rahim, serta perwakilan Madrasah As’adiyah, dan para orang tua murid yang mendampingi putra-putrinya.

Sebanyak 63 siswa menerima kartu dan sertifikat pencairan PIP secara simbolis. Bantuan ini merupakan hasil perjuangan Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Utara, Deddy Y. Sitorus, S.H. yang secara langsung menyerahkan bantuan kepada para penerima.

Dalam prosesi penyerahan, para siswa tampak memegang papan informasi beasiswa sambil berfoto bersama orang tua pendamping dan Deddy Y. Sitorus. Suasana penuh kehangatan terlihat ketika para pelajar menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan pendidikan tersebut.

Tantangan Kuota PIP dan Perjuangan untuk Daerah Terluar

Dalam kesempatan itu, Deddy Y. Sitorus menjelaskan bahwa perjuangan membawa kuota PIP ke Kalimantan Utara tidaklah mudah. Ia menuturkan bahwa sebagian besar alokasi PIP nasional terserap oleh daerah-daerah berpenduduk padat khususnya Jawa, Sulawesi, dan Sumatera yang memiliki jumlah anggota DPR jauh lebih banyak.

“Untuk sekolah umum SD, SMP, SMA, sudah beberapa waktu lalu tersalurkan. Lalu saya dengar ada kebutuhan khusus untuk pesantren dan madrasah, maka saya coba melobi teman-teman di Komisi IX. Walaupun sulit, alhamdulillah teman-teman fraksi PDI Perjuangan yang berada di komisi terkait bersedia mengalokasikan sebagian jatah mereka untuk dapil Kalimantan Utara,” ujar Deddy Y. Sitorus.

Ia juga menegaskan bahwa keterbatasan anggota DPR dari Kalimantan Utara menjadi tantangan tersendiri dalam memperjuangkan anggaran nasional untuk wilayah perbatasan.

“Kita ini cuma punya tiga anggota DPR. Sementara di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat itu puluhan. Jadi otomatis perjuangan untuk daerah seperti kita jauh lebih berat. Tapi kita tetap usahakan agar perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada daerah padat penduduk, tapi juga pada wilayah perbatasan,” jelasnya.

Deddy menambahkan bahwa pada periode sebelumnya dirinya mampu membawa hampir 10.000 kuota PIP ke Kaltara setiap tahun. Namun pada periode ini jumlahnya menurun drastis.

“Tahun ini mungkin tidak sampai 2.000. Khusus untuk madrasah, total sampai hari ini sekitar 200–300 siswa, ditambah bantuan KIP Kuliah untuk mahasiswa,” ungkapnya.

Pesan untuk Orang Tua dan Siswa

Deddy juga berpesan agar bantuan PIP digunakan sesuai kebutuhan pendidikan.

“Saya berharap orang tua melihat ini sebagai kesempatan. Banyak yang membutuhkan, tapi tidak semua mendapat. Jadi manfaatkanlah dengan baik untuk kebutuhan sekolah anak. Jangan digunakan di luar itu,” imbaunya.

Harapan Madrasah: PIP Bertambah, Infrastruktur Diperbaiki

Kepala MTs Haji Beddu Rahim turut menyampaikan apresiasi atas bantuan yang kembali diterima pihaknya pada tahun ini.

“Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, terima kasih kepada Bapak Dedd y atas dukungannya. Tahun ini, sebanyak 18 siswa MTs Haji Beddu Rahim menerima PIP, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya enam siswa,” ujarnya.

Pihak sekolah juga berharap agar kondisi bangunan madrasah yang masih sangat sederhana dapat mendapat perhatian pemerintah.

“Atap kelas 7 dan ruang kantor masih bocor. Kami berharap ke depan ada bantuan perbaikan agar proses belajar mengajar semakin baik,” tambahnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version