Harga Ikan Melonjak! Ketua IKAPI Ungkap Kelangkaan Pasokan dan Dampak Ringgit Meroket

0
Oplus_16908288

Oplus_16908288

NUNUKAN — Gejolak harga ikan di perbatasan kembali meroket. Ketua IKAPI Nunukan sekaligus Pengurus Pasar Yamaker, Parman, mengungkap kondisi sebenarnya di balik naiknya harga ikan dari Tawau, Malaysia, Kamis (20/11/25).

Parman menyebut kelangkaan sudah terasa sejak Agustus hingga September, lalu makin parah memasuki November. Pasokan dari Malaysia disebut “seret total”.

“Ikan dari sebelah itu memang sulit masuk. Di sini harga jual di meja sudah tembus Rp40.000–Rp50.000,” kata Parman.

Menurutnya, lonjakan harga turut dipicu nilai tukar Ringgit yang melejit.

“Sekarang ringgit 40 lebih. Ikan di sana paling murah 9–10 ringgit. Kalau dikalikan, modalnya saja sudah Rp40.000. Jadi jangan heran kalau harga naik,” jelasnya.

Selain kurs yang menanjak, faktor cuaca juga menghambat aktivitas nelayan Malaysia. Angin kencang membuat mereka jarang melaut, sehingga stok masuk ke Nunukan ikut anjlok. Dari biasanya 100 ekor gabus per malam, kini hanya 10–30 ekor.

Parman mengatakan saat ini hanya dua pengangkut ikan yang aktif memasok, yakni Bustamja dan Imam.

“Yang muat itu cuma dua orang sekarang. Kapal dan perahu juga terbatas,” ujarnya.

Sejak Oktober, harga dasar ikan yang biasa berada di kisaran Rp7.000–Rp8.000 per ekor ikut terkerek jadi Rp9.000–Rp11.000. Kenaikan Ringgit membuat harga di pasar Nunukan tak bisa ditekan.

“Kalau ringgit naik, ikan pasti ikut naik. Sekarang orang juga takut ambil banyak karena harganya tinggi sekali,” tegasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *